Begini Perbedaan Website dan Blog yang Harus Kamu Ketahui

Begini Perbedaan Website dan Blog yang Harus Kamu Ketahui

 

Begini Perbedaan Website dan Blog yang Harus Kamu Ketahui – Walaupun sebagai platform menulis ynet blog , sebenarnya terdapat perbedaan yang mendasar antara website dan blog. Belakangan ini, keduanya mulai ramai digunakan, sebab dinilai lebih mudah menampilkan informasi berbasis teks menggunakan dua platform tersebut.

Jika Kamu baru memulai bisnis, kemungkinan Kamu akan bingung untuk memilih website atau blog untuk digunakan sebagai media promosi. Berikut merupakan perbedaan keduanya, agar Kamu bisa menentukan mana yang sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Pengertian Website dan Blog

Sebelum mengetahui perbedaan website dan blog, ada baiknya mengetahui perbedaan kedua platform ini dari segi pengertiannya. Website merupakan laman online yang terhubung hanya dengan satu domain. Domain tersebut dikelola secara mandiri, baik oleh individu, perusahaan, ataupun organisasi, baik pemerintah maupun domestik.

Saat ini, website digunakan untuk menyebut laman yang ada di internet secara umum. Contoh situs website yang sudah populer dan dikenal oleh publik adalah Facebook, Googlw, dan lainnya. berbeda dengan website, blog memiliki pengertian yang berbeda.

Dalam pengertian definisinya, blog merupakan kependekan dari web log, atau website log, isinya berupa konten, baik berupa tulisan opini, keseharian penulis, ataupun tema-tema tertentu, sesuai keinginan dan selera penulisnya. Dibandingkan website, pengelolaan blog lebih sederhana, dan sering disebut sebagai blog pribadi.

Perbedaan Website dan Blog

Selanjutnya adalah pembahasan mengenai aspek yang menjadi perbedaan website dan blog. Umunnya, terdapat tujuh macam aspek yang membedakan kedua platform tersebut, diantaranya adalah:

  1. Segi Konten

Konten dalam website lebih bersifat resmi, biasanya berisi informasi penting terkait produk maupun layanan yang ditawarkan oleh pihak pengelola. Banyak website yang merupakan bisnis maupun tempat promosi bisnis. Selain digunakan untuk keperluan bisnis, website juga bisa digunakan untuk kepentingan resmi, seperti media berita resmi organisasi, laman sekolah, dan lembaga pemerintahan.

Sedangkan konten di dalam blog bersifat lebih pribadi. Pengelola blog bisa menentukan tema yang hendak ditawarkan pada pembaca. Ia juga tidak terbatas dan terikat dengan satu tema tertentu. Fokus konten di blog biasanya berupa keseharian maupun minat penulisnya.

  1. Segi Penggunaan Bahasa

Perbedaan website dan blog selanjutnya adalah pengunaan gaya bahasa. Gaya bahasa website lebih resmi dibandingkan dengan penggunaan gaya bahasa pada blog. Karena mempresentasikan institusi, organisasi maupun perusahaan, penggunaan bahasa website lebih profesional, formal dan resmi.

Berbeda dengan blog, gaya bahasanya lebih variatif. Biasanya bahasa yang digunakan lebih santai dan sering digunakan dalam keseharian, walau tidak jarang ditemui blog yang menggunakan tata bahasa formal. Bahasa informal ini dimaksudkan agar pembaca lebih merasa memiliki kedekatan personal dengan pengelola blog.

  1. Segi Pengikut

Pengikut atau subscriber menjadi pembeda selanjutnya antara blog dengan website. Beberapa website menyediakan pilihan subscribe pada pembacanya, namun bukan merupakan update terbaru dari pihak pengelola, melainkan dalam bentuk pemberitahuan newsletter. Fungsinya untuk menawarkan produk, memberikan pengumuman layanan dan masih banyak lagi.

Perbedaan website dan blog dari segi pengikut, blog mendapatkan porsi yang lebih personal. Untuk menarik pembaca agar selalu mampir di blog pengelola, banyak blog yang menyediakan pilihan menu subscribe. Langganan tersebut bisa dilakukan dengan mencantumkan email pembaca untuk mendapatkan informasi mengenai update terbaru dar konten blog.

  1. Segi Update

Update pada website tidak dilakukan secara berkala, kecuali memang ada berita terbaru, layanan maupun produk yang perlu ditawarkan. Update pada website lebih berupa informasi terbaru untuk ditawarkan kepada pelanggan.

Blog memperlakukan update dengan lebih serius, ibaratnya, update pada blog bisa disandingkan dengan nyawa dari blog itu sendiri. Jika tidak dilakukan pembaruan konten secara berkala, sama saja blog tersebut tidak aktif, sehingga tidak bisa menarik pembaca.

Pembaruan konten pada blog bisa dilakukan secara berkala, bisa setiap hari, atau dalam jangka waktu tertentu, namun harus tetap rutin. Karena itulah, konten blog bersifat lebih dinamis dibandingkan dengan website.

  1. Segi Pengarahan Komunikasi

Perbedaan website dan blog selanjutnya adalah pengarahan dan fokus komunikasi. Webiste memberikan arah informasi satu arah pada pembacanya, sehingga mereka tidak bisa melakukan timbal balik, baik memberikan kritik maupun saran. Banyak website yang memilih untuk tidak menyediakan kolom komentar pada setiap postingannya.

Sedangkan blog lebih interaktif dengan arah komunikasi dua arah. Selain menyediakan kolom komentar agar pembaca bisa bercakap dengan pengelola, tersedia pula fitur chat pribadi untuk pembaca yang ingin bertukar pikiran secara pribadi kepada penulis blog. Pembaca bisa memilih untuk menuliskan komentar atau tidak pada setiap postingan.

  1. Segi Pembagian Konten

Masing-masing konten antara website dengan blog berikut memiliki perbedaan yang mencolok. Pada website, pembagian konten di dasarkan pada produk maupun layanan yang ditawarkan, sehingga pembaca bisa memilih dengan lebih terinci dan mudah dalam memilih berbagai produk.

Perbedaan website dan blog dari segi konten membuat blog memiliki caranya sendiri. Tiap konten dibagi berdasarkan temanya, jika blog tersebut memilikim beragam tema. Jika hanya memiliki satu tema, pembagian konten biasanya menggunakan tag dan kategori. Kedua cara pembagian ini akan membuat pembaca bisa memilih bacaan yang di sukainya.

  1. Segi Pengelolaan

Website di kelola oleh tim ahli ataupun tim khusus, sebab mereka mempresentasika suatu instansi ataupun lembaga tertentu, baik perusahaan, pendidikan ataupun pemerintahan. Tim tersebut terdiri dari beberapa job desk yang berbeda, seperti desaigner web, developer atau pengembang dan copywriter untuk menuliskan dan mengisi bagian konten.

Pengelola blog disebut blogger, ini karena rata-rata blog dikerjakan oleh satu orang saja, jarang sekali diperlukan tim untuk mengelola satu blog saja. Kadang, blogger melakukan kolaborasi dengan pengisi konten, sehingga memudahkannya untuk memanajerial update konten secara berkala.

Mana yang Lebih Unggul?

Jika ada yang menanyakan hal tersebut, maka harus diketahui dulu apa yang mendasari mereka melakukan pemilihan platform. Perbedaan website dan blog cukup signifikan dan bisa ditentukan berdasarkan kebutuhan.

Jika memerlukan media untuk melakukan promosi, atau mewadahi berbagai aktifitas instansi maupun organisasi, maka pemilihan website lebih diutamakan dibandingkan blog. Hal yang sama ketika Kamu memerlukan tempat untuk menawarkan barang maupun jawa, website lebih baik dibandingkan dengan blog.

Namun, jika Kamu hanya memerlukan sebuah plarform untuk menulis, maka blog bisa menjadi pilihan. Ia mudah dikelola dan banyak yang menyediakan domain secara gratis, sehingga tidak memerlukan perawatan yang berkala. Apalagi jika dijalankan secara pribadi, blogger hanya perlu mengisi konten dan tidak perlu melakukan pengelolaan model blog.

Penjelasan singkat mengenai perbedaan website dan blog tersebut semoga bisa membantu menambah pemahamanmu. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi, Kamu bisa lebih bijak menentukan mana yang sesuai. Dengan mengetahui perbedaannya, Kamu tidak perlu lagi kebingungan menentukan mana yang terbaik. Pahami dengan seksama kedua platform tersebut untuk menentukan mana yang cocok dengan kebutuhan.

Cara Mengatasi Nyeri Leher Karena Terlalu Lama Duduk di Depan Komputer

Cara Mengatasi Nyeri Leher Karena Terlalu Lama Duduk di Depan Komputer

Untuk Anda yang setiap hari duduk di depan komputer karena bekerja, nyeri leher adalah salah satu masalah yang bisa dikatakan sangat familiar dan tidak asing lagi. Memang, gangguan kesehatan ini bisa saja dianggap wajar. Namun, tetap saja, nantinya akan ada rasa yang tidak nyaman yang akan muncul dan akan sangat mengganggu aktivitas lainnya.

Nyeri pada leher tersebut muncul dikarenakan leher yang bisa dikatakan tidak terlalu aktif bergerak, kesalahan dalam menggerakkan leher ataupun karena stress yang terjadi. Oleh karenanya, pencegahan dan cara penanganan gangguan ini harus dipahami dengan baik. Tentu, dengan pemahaman tersebut, maka masalah nyeri leher akan bisa dicegah dan diatasi dengan baik.

Lantas, apa saja hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri pada leher yang muncul tersebut? Simak beberapa ulasan di bawah ini.

Langkah Tepat Mengatasi Nyeri Leher

Ada cukup banyak cara yang sebenarnya bisa dijadikan solusi untuk mengatasi nyeri leher yang muncul tersebut. Adapun beberapa cara yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Mengatur posisi duduk

Posisi duduk adalah hal yang bisa dikatakan cukup krusial karena akan berpengaruh pada kenyamanan tubuh. Dengan tubuh yang nyaman, maka bisa jadi nyeri leher akan cenderung tidak terjadi. Oleh karenanya, atur posisi tubuh dengan nyaman dan sediakan kursi yang memang nyaman untuk digunakan.

  • Lakukan peregangan leher

Sebagaimana disinggung di awal bahwa salah satu penyebab nyeri leher adalah leher yang kurang aktif. Oleh karenanya, lakukan peregangan leher di beberapa waktu tertentu, terutama ketika leher sudah terasa agak pegal karena terlalu lama duduk. Namun, tentu saja Anda harus berhati-hati dalam melakukan peregangan tersebut.

  • Menghindari stress

Terkadang, pekerjaan yang tidak kunjung selesai membuat seseorang menjadi panik dan akibatnya stress akan melanda. Oleh karenanya, sebisa mungkin hindari stress. Dalam hal ini, berikan waktu istirahat yang cukup dari pekerjaan. Anda bisa berjalan-jalan sebentar agar stress tidak melanda dan nyeri pada leher tidak terjadi.

Beberapa hal di atas adalah solusi dari nyeri leher yang bisa dilakukan. Tentu, selain melakukan beberapa hal tersebut, Anda harus menghitung lama duduk untuk pencegahan yang lain.

Sofa Ruang Tamu Jangan Salah Pilih, Ini Tips Memilihnya

Sofa Ruang Tamu Jangan Salah Pilih, Ini Tips Memilihnya

Sebagai ruangan yang fungsinya menyambut tamu, pastinya sangat penting Anda memilih sofa yang tepat untuk diletakan di ruang tamu. Meskipun Anda ingin memilihnya sesuai dengan selera, sofa ruang tamu juga harus perlu dipikirkan kenyamanannya agar tamu Anda terjamu secara nyaman di rumah Anda.

Selain nyaman, jangan lupa pilih sofa yang tahan lama. Dengan begitu, sofanya awet dan Anda juga tidak perlu sering-sering menggantinya. Maka dari itulah, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu tips-tipsnya dalam mencari sofa untuk di ruang tamu Anda.

Ketahui Luas Ruang Tamu

Hal pertama yang penting Anda lakukan yaitu mengetahui terlebih dahulu berapa luas ruang tamu Anda. Dengan memastikan luas ruangan tersebut, Anda dapat memastikan di mana sofanya bisa diletakan. Selain itu, Anda pun juga bisa memperkirakan panjang sofa yang cocok untuk ukuran ruang tamu Anda. Jangan sampai sofanya terlalu panjang untuk ruang tamu yang minimalis, begitu pula sebaliknya.

Sesuaikan dengan Suasana Ruangan

Memilih sofa ruang tamu juga tidak hanya menyesuaikan luas ruang tamu saja, tapi juga dengan suasana yang ingin Anda tonjolkan. Jika ruang tamu Anda ingin lebih bersuasana formal, terutama hanya dipakai untuk acara tertentu, ada baiknya Anda memilih sofa yang punya sandaran yang lebih tegak. Namun, Anda yang ingin ruang tamunya lebih bersuasana kasual atau santai, pakai saja bentuk sofa yang fungsinya untuk duduk-duduk santai.

Pilih Bahan yang Tepat

Sofa untuk ruang tamu memiliki berbagai macam pilihan bahan-bahan. Pastinya Anda juga harus mempertimbangkan pemilihan bahannya karena bisa mempengaruhi suasana mau pun kenyamanannya. Misalkan saja sofa kulit sangat tepat untuk ruang tamu yang bertemakan chic dan modern, sofa kain lebih tepat untuk ruang tamu yang kasual, atau Anda yang memiliki hewan peliharaan lebih baiknya menggunakan sofa mikrofiber yang mudah dibersihkan.

Sesuaikan dengan Dekorasi Ruangan

Tips terakhir dalam memilih sofa ruang tamu yaitu jangan lupa Anda juga harus menyesuaikannya dengan dekorasi ruang ramu yang ingin Anda gunakan. Penyesuaian dekorasi ruangan tentu juga disesuaikan dengan suasana ruangannya. Misalkan ruangan tamunya ingin bernuansa kasual minimalis, selain memakai dekorasi yang minimalis, gunakan juga sofa yang pendek dengan desain yang minimalis juga.

Sudah paham, bukan cara memilih sofa ruang tamu yang tepat seperti apa? Ada baiknya pertimbangkan keseluruhannya dengan cermat, tentunya Anda akan mendapatkan sofa yang nyaman dan pastinya cocok diletakan di ruang tamu Anda.

Prinsip-Prinsip Penulisan Daftar Pustaka untuk Karya Ilmiah

Prinsip-Prinsip Penulisan Daftar Pustaka untuk Karya Ilmiah

Daftar pustaka merupakan sebuah daftar yang tidak bisa diremehkan fungsinya dalam sebuah karya ilmiah. Daftar ini memuat informasi sumber yang digunakan sebagai acuan dalam penulisan karya ilmiah Anda. Berikut adalah prinsip-prinsip penulisan daftar pustaka untuk karya ilmiah yang baik dan benar.

Urutan Daftar Pustaka

Pembuatan daftar pustaka tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Daftar pustaka harus dituliskan dalam urutan yang benar. Urutan daftar pustaka adalah nama, tahun terbit, judul, kota terbit, dan nama penerbit. Urutan ini berlaku untuk sumber yang berupa buku dan jurnal.

Selain dari buku dan jurnal, Anda bisa mengambil data dari internet. Cara menulis daftar pustaka jika sumber didapat dari internet juga berbeda. Sumber dari artikel di internet bisa dituliskan dengan urutan nama penulis, tahun penayangan, judul artikel, URL, dan tanggal pengambilan.

Aturan Penulisan Nama

Nama penulis dituliskan dalam susunan terbalik. Nama belakang ditulis lebih dahulu kemudian dipisahkan tanda koma baru nama depan penulis. Jika ada dua penulis atau lebih, maka nama penulis kedua dan nama penulis berikutnya tidak perlu dibalik. Semua gelar tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka.

Peraturan Penulisan Judul

Judul buku dituliskan secara lengkap dan harus dicetak miring. Jika sumber diambil dari jurnal ilmiah, maka judul jurnal tidak perlu dicetak miring. Bagian yang dicetak miring adalah nama jurnalnya. Sementara itu, judul artikel dari internet juga tidak perlu dicetak miring tetapi diberi tanda kutip.

Penyusunan Daftar Pustaka

Daftar pustaka disusun secara urut berdasarkan urutan abjad. Jika satu sumber terdiri dari dua baris maka diketik dengan menggunakan satu spasi. Sementara itu jarak dari satu sumber ke sumber yang lain dipisahkan memakai dua spasi.

Baris pertama pada sumber satu ditulis tepat dari tepi atau margin. Jika sumber tersebut membutuhkan dua baris maka baris kedua ditulis menjorok tujuh ketukan. Begitu seterusnya sampai semua sumber tercantum di daftar pustaka.

Itulah prinsip penulisan daftar pustaka yang harus Anda tahu. Pastikan Anda menulis daftar pustaka dengan baik dan benar. Menulis daftar pustaka dengan benar adalah bukti bahwa Anda profesional dalam menulis dan menghargai hasil karya orang lain.